R-V-C Widget

CrazyFuz | Creative Thinking
EDHO-XP vierination - Share All Knowledge Gha-Cheats

Partner

uphik-ajjha

Sword Art Online Eps.20 Subtitle Indonesia


Sword Art Online Episode 20 Subtitle Indonesia
Original by oploverz.net
 SUMBER by Dark Animated

Link Download

[ DOWNLOAD ]

Alur Teks Naruto Chapter 602

Sebelumnya : Naruto Chapter 601

Dengan setengah tubuh yang bisa dibilang telah hancur, Obito kecil terbaring, terbangun dan kemudian melihat sesosok lelaki tua renta bermata sharingan di depannya.

"Matamu ... Mungkinkah kau ... Anggota Uchiha juga?" Obito bertanya.

"Siapa yang tahu" Jawab lelaki tua itu seadanya.

"Hmmm ..." Obito berpikir, "Apa mungkin dia menyelamatkanku? Eh, tunggu sebentar ..."

Naruto Chapter 602-Hidup

"Kau bilang ini adalah tempat di antara Dunia dan Dunia selanjutnya kan? Dimana ini sebenarnya? Tempat ini gelap, aku tak bisa melihat semuanya dengan jelas" Ucap Obito.

"Dan ngomong-ngomong, kakek tua, siapa kau sebenarnya?
Heh, apa jangan-jangan kau Dewa kematian ya?
Yang bertugas membawaku ke Surga atau Neraka? Haha" Niat awal Obito hanya bergurau. Namun tiba-tiba, saat ia melihat ke arah tongkat yang dibawa oleh lelaki tua itu, ternyata ujungnya adalah sabit.

"Ah tidak!!!!!" Obito berteriak histeris, "Aku belum mau mati!!!!!! Aku melihat sabit, jadi kau Dewa Kematian sungguhan ya!!! ?"


"Kau pasti Dewa Kematian yang bertugas mencabut nyawa klan Uchiha!!??
Motoku adalah untuk menolong orang tua, memang benar aku juga sering melakukan hal-hal buruk dan beberapa kali melangar peraturan, tapi aku mohon, jangan bawa aku ke Neraka!!!
Ouchhh!!!!" Obito kesakitan.

"Kau merasakan sakit, karena kau masih hidup" Ucap lelaki tua itu.

"Eh?"

"Suatu keajaiban bahwa kau masih bisa hidup ..." Ucap lelaki tua itu.
"Aku tak tahu kenapa batu itu tak menghancurkan tubuhmu, seolah tubuhmu menyelinap dari batu itu"

"Dimana ... Jadi dimana aku sebenarnya?"

"kau sedang berada di dalam Ruang bawah tanahku, setelah reruntuhan batu itu ...
Tapi sayang sekali, setengah tubuhmu hancur, jadi aku mengobatinya"

Benar, lelaki tua itulah yang menolong dan memperban sekujur tubuh Obito.

"Terimakasih" Ucap Obito.

"Masih terlalu dini untuk mengucapkan terimakasih padaku ...
Karena, kau harus membayar hutangmu ini. Dan, kau bilang motomu adalah menolong orang tua kan?"

"Ah, iya, iya, kau benar, tapi ...
Apa yang kau mau dariku?"

"Hmm ..." Lelaki tua itu terdiam.

"Apa kau mau aku merawatmu?"

"Bukan, bukan begitu ..."

"Maaf, tapi aku tak bisa berlama-lama disini, aku masih hidup jadi aku harus segera kembali ke Konoha. Perang masih berlanjut dan aku telah bisa membangkitkan sharingan. Sekarang, aku akan mampu melindungi teman-temanku" Ucap Obito saat itu.

"Hmm, melindungi temanmu ..."

"Ada apa?"

"Dengan tubuhmu yang sekarang ...
Kau tak akan bisa kembali menjadi shinobi" Ucap lelaki itu.
"Lihatlah pada kenyataanya ...
Dunia ini dipenuhi oleh hal yang tak sesuai dengan harapan ...
Semakin lama kau hidup ...
Semakin kau akan menyadari kalau kenyataan hanya menciptakan penderitaan, rasa sakit, kekosongan ..."

"Apa-apaan lelaki tua ini" Gerutu Obito dalam hati.

"Dengarlah ...
Di Dunia ini ...
Dimana ada cahaya, maka disana juga akan ada bayangan ...
Selama ada konsep kemenangan, akan ada juga kekalahan ...
Keinginan egois untuk memperoleh perdamaian malah akan menciptakan perang ...
Dan kebencian terlahir untuk melindungi kasih sayang ...
Itu semua adalah hubungan yang tak bisa dihindari"

"Yah yah, dia begitu fokus, sepertinya ini akan lama" Pikir Obito.
"Jadi, dimana aku sekarang?" Obito kembali bertanya, tapi lelaki itu terus saja berceramah ...

"Ada oang-orang yang selamat karena kau terluka ...
Benar kan?"

"!!!?" Makin lama Obito tampak kesal dengan cerita ini.
"Apa-apaan kau ini sebenarnya hah!!? Aku tak mau tinggal disini lagi, aku ingin, ukhh ..." Obito ingin pergi namun tubuhnya masih cedera berat.

"Kalau kau memang ingin pergi, lakukan saja ...
Tapi, tentunya jika kau bisa bergerak" Ucap lelaki tua itu.

"Tunggu ...
Ini aneh" Pikir Obito, "Kenapa ada lelaki tua dengan sharingan sendirian disini?"


"Kalau dipikir-pikir ... Aku tahu semua orang tua yang ada di Desa, tapi aku belum pernah melihat lelaki ini sebelumnya. Ini berarti, sekarang dia bukanlah shinobi Konoha, dengan kata lain ..."

"Orang tua, apa kau shinobi pelarian? Siapa kau sebenarnya?" Obito bertanya, ke lelaki tua yang ternyata bagian belakang tubuhnya tersambung pipa-pipa bagaikan kabel itu.

"Aku ..." Lelaki tua itu duduk di tempat duduknya, "Aku adalah hantu seorang Uchiha ... Uchiha Madara" Tak salah lagi, lelaki tua itu adalah Uchiha Madara.


"Ma-Madara ..." Sejenak Obito kaget, "Madara ... Apa yang kau maksud adalah leluhur kami, Uchiha Madara!? Mustahil! Uchiha Madara harusnya sudah mati sekarang!!!"

"Jadi bagimu, lebih masuk akal kalau aku adalah Dewa kematian? Tapi sebenarnya, kau bisa menganggapku sebagai Dewa Kematian, karena kenyataan ini adalah ... Neraka" Ucap Madara.

"Aku selamat dari kematian, dan kalau aku tidak terus menyerap chakra dari Mazou itu, sekarang juga pasti aku akan mati" Ternyata Pipa-Pipa yang terhubung ke punggung Madara itu adalah untuk menyalurkan chakra.

"Aku, aku akan pulang ...
Hah, hah ..." Obito menjatuhkan diri dari kasur dan berontak, berusaha sekuat tenaga untuk pergi, meski itu dengan cara merangkak.

"Menyerah saja, tak ada jalan keluar disini" Ucap Madara.
"Dan ngomong-ngomong, aku ataupun kau tak akan mampu keluar dari tempat ini, dengan tubuh kita yang sekarang"

"Ukhh ..."

"kalau kau terus bergerak, tubuh Hashirama buatan yang aku pasang padamu akan rusak ...
Apa kau mau mati?"


"Ada hal-hal yang aku ingin kau lakukan untukku ...
Setelah semua itu, aku akan menyelamatkanmu"

"Apa yang aku inginkan!!? Apa yang lelaki tua sepertimu mau dari bocah sepertiku!!?"

"Aku ingin merubah nasib dunia ini" Ucap Madara.
"Dunia kemenangan, Dunia Perdamaian, Dunia Kasih Sayang, aku akan membuat Dunia yang hanya ada hal itu"

"Aku tak peduli, aku hanya ingin kembali pada yang lainnya"

"Seperti yang sudah aku katakan, disini hal-hal tak sesuai dengan harapanmu ...
Suatu hari nanti, kau akan menyadarinya. Kau boleh mati kalau kau mau. Tapi, aku akan mengambil sharinganmu ..."

"kenapa kau menginginkan sharinganku!? Kau sudah punya kan!?"

"Tidak, Aku meninggalkan sharingan asliku pada orang lain ...
Yang ini hanyalah sharingan yang aku dapat setelahnya ...
Dan lagi, aku masih belum mendapat mata kanan. Seseorang butuh kedua mata untuk membangkitkan potensi tertingginya" Mada menyibak rambut yang menutupi mata kanannya. Dan tampak kalau ia memang tidak memiliki mata kanan.

"Kalau begitu ...
Itu berarti bersama dengan Kakashi, aku akan menjadi lebih kuat!! Kami berdua pada akhirnya akan mampu melindungi Rin!!! Aku tak boleh membuang-buang waktu disini ... Tunggu aku, Kakashi, Rin, aku masih hidup!!!" Ucap Obito dalam hati.


Bersambung ke Naruto Chapter 603








Alur Teks Naruto Chapter 601


Yang terkuat, Obito dan Madara telah berada di satu medan pertempuran.

"Di-Dia ..."
"Dia adalah ..." Naruto dan yang lainnya kaget saat melihat kemunculan Madara.

"Jadi kau telah menentang Edo Tensei ya" Ucap Obito.

"Tapi, Ngomong-ngomong ..."

"Kenapa!!!? Kenapa Madara bisa ada disini!!?" Teriak Naruto, benar-benar tak mengerti.

"Madara ... Itu, Madara?"

"Dia adalah Kage Bunshin juga, mana yang asli, Obito?" Madara bertanya.

"Hei, Naruto, apa ini berarti ..."

"Apa yang terjadi!?" Teriak Naruto lagi.
"Apa yang terjadi dengan mereka!!?" Naruto mempertanyakan nasib kelima kage.

"Kakak ..." Bee tampak khawatir.

"Maksudmu mereka ya?"

"Aku tanya, apa yang terjadi pada mereka!!!?" Naruto benar-benar kesal.

"Siapa yang tahu, kemungkinan mereka ...
Sedang dalam keadaan tidak baik" Ucap Madara. Sementara di tempat mereka, kelima kage tampak rebah bersimbah darah.


"Ukhh ..." Meski dalam keadaan luka yang sangat parah, Tsunada berusaha untuk bangun, mencolek darahnya dan lalu menempelkan telapak tangan ke tanah, "Kuchiyose no Jutsu"

Katsuyu muncul, dan ia langsung kaget saat melihat keadaan itu, "Tsunade-sama!!?"

"Katsuyu ...
Aku ingin meminta kau melakukan sesuatu"

"Ya, aku akan mengobati tubuhmu dan ..."

"Bukan ... Bukan itu yang aku mau, kau bisa memikirkan mengenai tubuhku nanti ...
Sekarang, yang harus kau lakukan adalah ... Para Kage, bawa mereka ke dekatku ... Aku ... Masih bisa ... Menyelamatkan mereka" Ucap Tsunade di sela-sela sekaratnya.

----- Naruto Chapter 601 -----

Kembali ke medan perang, Naruto menarik rantai yang menusuk dan membelenggu tubuh Hachibi dengan ekor-ekornyam dan lalu melempar balik rantai itu ke Obito dan Madara.

"Sebelum aku menggunakan rantai segel ini ..." Obito melempar kipas yang ia bawa ke Madara, "Ambilah, bagaimanapun itu adalah milikmu kan"

"Hah" Kini Madara telah memegang kipasnya.


Dan lalu dengan itu, serangan jarum-jarum raksasa berantai itu dengan mudah mereka tahan. Namun setidaknya, Hachibi telah bebas.

"Akhirnya aku bisa bergerak, terimakasih Naruto ...
Dan sekarang adalah giliranku" Ucap Hachibi.

Gwoooahhhhh!!!!!!!!
Saat itulah, auman keras terdengar dari dalam tabir api yang menyelimuti Ekor sepuluh.

"Obito, jadi kau telah memulai proyeknya sebelum kita menyerap Hachibi dan Kyuubi ya?" Madara bertanya.

"!!?" Gai dan Kakashi semakin kaget.,

"Dia mengetahui tentang proyek itu? Bagaimana hubungan mereka sebenarnya?" Kakashi bertanya-tanya.

"Kau terlalu terburu-buru, Obito" Ucap Madara, "Apakah itu juga alasanmu menghidupkanku kembali seperti ini?"

Obito hanya terdiam, sementara luka bekas rasengan di bagian kanan tubuhnya secara perlahan tampak mulai membaik.

Wow wow wow, chapter kali ini benar-benar membingungkan.

"Yah, tapi itu kau, kau pasti sudah punya suatu rencana kan" Ucap Madara, "Tapi ngomong-ngomong, apa saja yang sudah kau lakukan sejauh ini? Apa yang terjadi pada Nagato? Harusnya aku dihidupkan kembali menggunakan jutsu Rinne Tenseinya di waktu yang tepat"

"!!!" Naruto teringat saat mendengar nama jutsu itu, jutsu yang malah digunakan oleh Nagato untuk membangkitkan kembali warga Konoha.

"Dia mengkhianati kita, dia menggunakan jutsu itu pada werga Desa" Ucap Obito.

"Apa saja yang sebenarnya sudah terjadi? Yah, apapun itu kelihatannya kita masih punya waktu, aku akan menangkap Hachibi dan Kyuubi" Madara bersiap, akan tetapi dengan cepat Naruto melesat dan telah berada tepat di atasnya.

"Kau sudah mati!! Jangan ikut campur!!!!" Naruto menghantam Madara dengan rasengan hitam di tangan kanannya. Akan tetapi, Madara menahannya dengan kipas yang ia bawa, begitu mudah.

"Kenapa tak meledak?" Pikir Naruto tak mengerti, karena ternyata kipas itu menyerapnya.

"Uchihagaeshi!!!" Tak hanya menahan, Madara bahkan membalikannya.

Bamm!!!!

Sebuah ledakan dahsyat muncul dari kipas itu dan mementalkan tubuh Naruto, Boft.
Naruto yang ternyata hanya bunshin itu menghilang.


"Aku akan mengurus Hachibi dan Kyuubi, kau uruslah dua orang itu, Obito" Madara melesat menuju Naruto dan Bee, sementara Obito akan berhadapan dengan Kakashi dan Gai.

"Obito ...
Apa yang sebenarnya telah terjadi padamu?" Kakashi bertanya, "Kenapa kau bekerja sama denganya?"

Obito hanya diam, dan lalu teringat akan bayangan masa lalu ...

Gelap, saat itu begitu gelap.
"Apa aku, sudah mati?" Perlahan Obito membuka matanya, "!!?" Ia kaget, seseorang tampak berdiri di depannya sementara keadaan tubuhnya begitu parah, "Dimana aku?" Obito bertanya-tanya.

Dan lalu, lelaki tua renta di depannya itu menjawab, "Kau berada di antara Dunia ini dan Dunia lainnya, Uchiha Muda" Tampaknya lelaki itu adalah Madara Uchiha.




Alur Teks Naruto Chapter 600

Sebelumnya : Naruto Chapter 599


Kakashi dan Gai menatap tak percaya, "Benarkah dia Obito?? Bukankah dia sudah mati??" Guru Gai benar-benar tak mengerti. Dan ketika menatap ke arah wajah dan Mangekyou Sharingan Obito, Kakashi bisa memastikannya, "Tidak salah lagi, dia adalah Uchiha Obito"

Naruto Chapter 600
Teks Version by www.Beelzeta.com

"Kau boleh memanggilku dengan nama itu kalau kau mau, bagiku tak ada artinya" Ucap tobi, atau mungkin sekarang kita bisa memanggilnya dengan nama Obito.

Kakashi masih terdiam, dan kemudian mengingat saat-saat ia menjalankan misi terakhirnya bersama Obito. Saat-saat dimana mata Kakashi tertebas pedang lawan, saat-saat ketika Obito menolongnya, waktu ketika Sharingan Obito aktif, waktu di saat Obito ingin melindungi semuanya ...

"Waktu itu, kau ..." Kakashi terus mengingatnya. Saat dimana musuh menggunakan jutsu elemen tanah, menggunakan puing-puing batu untuk melawan mereka. Hingga akhirnya, saat dimana tubuh Obito terjebak dan Kakashi tak mampu banyak membantu ...



"Sial!!!" kakashi waktu itu berusaha mengangkat batu yang menimpa setengah tubuh Obito. Akan tetapi, kekuatannya masih sangat jauh dari cukup bahkan untuk sekedar membuatnya bergeser.

"Hentikan, Kakashi, aku sudah selesai" Ucap Obito pasrah, "Setengah dari tubuhku sudah hancur, aku sudah tak bisa merasakannya lagi"

"Aku ...
Aku benar-benar tak pantas menjadi kapten ...
Aku tak pantas menjadi Jounin" Kakashi terlihat begitu menyesal. Tapi kemudian, Obito malah tersenyum dan berkata, "Benar juga, aku satu-satunya yang belum memberi hadiah atas keberhasilanmu menjadi Jounin kan? Kau, kau boleh memiliki mataku, sharinganku ..." Tawar Obito yang tetap tegar dan ikhlas di detik-detik terakhir sebelum kematiannya.

Dan berkat bantuan medis dari Rin, Kakashipun menerima donor mata itu. Dan untuk terakhir kalinya, Obito berkata, "Kakashi ... Aku serahkan Rin ... Padamu"

"Ya" Dengan sangat terpaksa, kakashi pergi bersama Rin meninggalkan Obito yang telah terkubur di tengah reruntuhan.

----- Naruto Chapter 600 -----

"Jadi kau bertahan hidup dari saat itu?" Kakashi bertanya.

"Siapa dia!!?" Naruto tak tahu.

"Dia adalah seorang Uchiha, Shinobi Konoha yang merupakan salah seorang rekan kami ...
Dan harusnya dia sudah mati pada perang sebelumnya"

"..." Obito masih diam.

"Kalau kau benar masih hidup ...
Kenapa sampai sekarang ..."

"Aku berhasil bertahan hidup atau tidak tidaklah penting ...
tapi yah, kalau kau benar-benar ingin tahu ...
Itu karena ...
Kau membiarkan Rin mati" Ucap Obito.

Deg ...
Kakashi tak mampu berkata apa-apa.

"Huhu, Jangan terburu-buru begitu ...
Dan jangan memasang wajah seperti itu" Ucap Obito lagi ke Kakashi.

"Jadi kau mau menyalahkanku?"

"Tak ada gunanya menyalahkan kenyataan tak berguna ini ...
Aku tak tertarik dengan Dunia ini, semenjak itu mulai menghilang" Ucap Tobi, Obito.

Kakashi kembali terdiam, tampak depresi.

"Ini bukanlah saat untuk depresi!!!" Ucap Naruto, "Guru Kakashi!! Aku tak tahu apa yang sudah terjadi antara kau dan orang itu, aku akan mendengarkan ceritanya nanti, sekarang yang lebih penting adalah untuk menghentikan rencananya!!!"

"Naruto ...
Kakashi! Naruto benar" Ucap Gai, "Dunia sedang berada di tangan kita sekarang"

Kakashi masih terdiam, sementara Tobi atau Obito hendak kembali melancarkan suatu jutsu ...

"Tak ada yang perlu aku katakan padamu, hanya matilah, terikat oleh kenyataan ini! Katon Bakufu Ranbu!!!!" Tobi menggunakan jutsu tembakan pusaran api dari Mangekyounya.

"Kakashi!!"

Api itu melalap mereka, tapi tiba-tiba Naruto dengan ekor kyuubinya melindungi mereka.

"Ekor Kyuubi ..."

Hal ini menciptakan ledakan dan kepulan asap yang hebat. Dan ketika asap itu perlahan menghilang, suatu sosok yang tidak terduga-duga muncul ...

"I-Ini ..." Gai benar-benar kaget dengan apa yang dilihatnya. Di depan, tampak Obito tengah berdiri bersama dengan seseorang yang baru saja datang, Uchiha Madara.




"Kelihatannya kau bersenang-senang disini, Obito" Ucap Madara.

bersambung Alur Teks Naruto Chapter 601
Nama Saya Rendy Aprizia Prayoga Saya ingin Menjadi Blogger Yang Creative dan bukan jdi blogger yg plagiat selain itu saya juga ingin mengerti tentang technology :D Dan Selain Itu Saya Ingin Di banggakan Oleh Kedua Orang Tua Saya Dan Menjadi Anak Yang Di Percayai dan di Kagumi Oleh Keluarga Saya :) hahahahah.... Dan Saya Ingin Juga Belajar Tentang Blogger Dan Mendesaign Suatu Website Dengan Hasil Keringat Saya Sendiri :) Tpi Saya Juga Belum Terlalu Bisa Mendesaign Website Tapi Saya Terus Belajar Tentang Mendesaign Suatu Website Dan Ingin Di banggakan Oleh Teman-Teman Saya Di sekolah :) Mungkin Itu Yang Hanya Saya Sampaikan :) wkwkwkwkwkkw.... Lihat Profil Lengkap Ku
 
Join this site
cyb3rThanks For Visiting Gunakanlah Google Chrome Untuk Tampilan Sempurna